Kolaborasi Kreativitas dan Kecerdasan! Pagelaran Ujian Praktik Mata Pelajaran PKWU, Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia Sukses Digelar

SMK IPIEMS Surabaya kembali menggelar ujian praktik untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 18 Februari 2025 yang menjadi ajang bagi siswa kelas 12 jurusan Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT), Desain Komunikasi Visual (DKV), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan kolaborasi antar siswa dari jurusannya masing-masing.

Ujian praktik ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa dalam aspek teori dan praktik. Dalam mata pelajaran PKWU, siswa diuji dalam pembuatan produk inovatif serta strategi pemasaran. Bahasa Inggris menguji keterampilan berbicara melalui presentasi, sedangkan IPA memberikan tantangan siswa untuk melakukan eksperimen ilmiah. Sementara itu, dalam Bahasa Indonesia, siswa diuji dalam kemampuan berbicara dan menulis kreatif.

Kegiatan meriah ini berlangsung pada tanggal 17 – 18 Februari 2025 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 jurusan PSPT, DKV, dan OTKP, bapak kepala sekolah, serta bapak dan ibu guru SMK IPIEMS Surabaya. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya dan pemahamannya di hadapan guru penguji. Berbagai proyek menarik dipresentasikan dalam ujian PKWU yang berupa produk makanan.

Menurut Clarisa Tiara Putri dari kelas 12 OTKP 1 terkait pesan dan kesan untuk pagelaran ujian praktik mata pelajaran mengatakan “Harapan dari ujian praktik ini semoga siswa kelas 12 setelah lulus dari sekolah IPIEMS akan menjadi pebisnis untuk membuat dan mengembangkan usahanya sendiri.”

Dengan suksesnya pagelaran ujian praktik ini, diharapkan para siswa semakin termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka. SMK IPIEMS Surabaya berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman belajar yang menarik dan aplikatif bagi para siswanya.

SMK IPIEMS!!! MATOH

SURABAYA, Januari 2026 – Di tengah dinamika pasar kerja global yang semakin kompetitif, institusi pendidikan vokasi dituntut untuk melakukan transformasi besar-besaran. Salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Jawa Timur ini telah mengambil langkah proaktif dengan mempererat kolaborasi strategis bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Langkah ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan sebuah misi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui program Link and Match yang komprehensif, sekolah kejuruan ini berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap siswa yang lulus tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi yang diakui secara luas di dunia kerja profesional.

Transformasi Vokasi Melalui Sinergi Strategis

Pendidikan vokasi memiliki karakteristik unik di mana keberhasilannya diukur dari keterserapan lulusan di dunia kerja. Lembaga pendidikan ini memahami bahwa kurikulum yang statis akan tertinggal oleh cepatnya perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kerja sama dengan mitra eksternal menjadi jantung dari setiap aktivitas akademik di sekolah tersebut.

1. Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Kebutuhan Pasar

Proses penyelarasan materi ajar dilakukan secara berkala dengan melibatkan praktisi dari berbagai sektor. Hal ini memastikan bahwa apa yang dipelajari di kelas selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan. Misalnya, untuk program keahlian akuntansi, para peserta didik tidak hanya belajar teori dasar, tetapi juga dilatih menggunakan perangkat lunak keuangan terbaru yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar saat ini.

2. Program Guru Tamu dari Praktisi Profesional

Salah satu inovasi unggulan dalam kolaborasi ini adalah program “Expert Goes to School”. Secara rutin, pihak manajemen mengundang para manajer, teknisi ahli, hingga direktur perusahaan untuk memberikan kuliah umum dan workshop praktis. Interaksi langsung ini memberikan wawasan berharga mengenai etos kerja, budaya perusahaan, dan tren masa depan yang sering kali tidak ditemukan dalam buku teks konvensional.


Implementasi Nyata Konsep Link and Match 8+i

Sekolah yang berlokasi di wilayah Menur ini mengadopsi secara penuh konsep Link and Match 8+i yang dicanangkan oleh pemerintah. Namun, mereka memberikan improvisasi lokal yang disesuaikan dengan denyut ekonomi di kota pahlawan agar tetap relevan bagi para siswa.

Penguatan Soft Skills dan Karakter

Pendidikan di sini tidak hanya berfokus pada hard skills atau kemampuan teknis semata. Industri saat ini sangat menekankan pada pentingnya aspek karakter seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan ketajaman dalam memecahkan masalah (problem solving). Dalam setiap acara pertemuan dengan mitra, aspek-aspek inilah yang selalu ditekankan untuk membentuk mentalitas profesional sejak dini bagi setiap individu.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang Terstruktur

Program magang dirancang agar setiap peserta didik mendapatkan pengalaman kerja yang substansial. Siswa tidak hanya ditempatkan untuk melakukan pekerjaan administratif ringan, tetapi dilibatkan dalam proyek-proyek nyata di perusahaan mitra. Dengan durasi yang cukup panjang, mereka memiliki kesempatan untuk memahami alur kerja industri secara mendalam dan menyeluruh sebelum akhirnya menyelesaikan masa studi mereka.


Keunggulan Tiap Program Keahlian

Melalui jaringan kemitraan yang luas, setiap jurusan memiliki nilai tawar yang tinggi bagi para lulusannya dalam menghadapi persaingan di dunia usaha yang kian ketat:

Akuntansi dan Keuangan Lembaga

Bekerja sama dengan kantor akuntan publik dan lembaga keuangan terkemuka, para siswa dibekali kemampuan audit, perpajakan, dan manajemen keuangan digital. Acara rutin seperti pameran bisnis menjadi ajang simulasi bagi mereka untuk mempraktikkan kemampuan manajerial secara nyata dan akuntabel.

Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis

Lulusan dilatih untuk menjadi asisten administratif profesional dengan standar korporasi modern. Kerjasama dengan industri jasa memastikan setiap individu menguasai protokol komunikasi bisnis yang unggul dan mampu beradaptasi dalam lingkungan kantor yang dinamis serta penuh tantangan di masa depan.

Teknik dan Industri Kreatif

Pada bidang teknik, akses ke laboratorium canggih atau Teaching Factory memungkinkan siswa belajar menggunakan peralatan berstandar pabrik. Sementara itu, bidang kreatif didorong untuk menghasilkan portofolio yang memiliki nilai jual melalui berbagai ajang kompetisi dan pameran karya tahunan yang prestisius di kancah daerah maupun nasional.


Dampak Positif bagi Masa Depan Peserta Didik

Mengapa sinergi ini begitu krusial? Terdapat beberapa dampak utama yang dirasakan langsung oleh komunitas sekolah dalam jangka panjang:

  1. Sertifikasi Kompetensi: Siswa mendapatkan sertifikat resmi dari mitra industri yang menjadi bukti nyata keahlian mereka saat memasuki bursa kerja yang kompetitif.

  2. Peluang Rekrutmen: Banyak mitra yang melakukan “jemput bola” dengan melakukan seleksi langsung di area sekolah bagi mereka yang menunjukkan performa luar biasa selama masa pembelajaran.

  3. Kesiapan Mental: Paparan terhadap lingkungan kerja profesional sejak dini membuat para remaja ini lebih percaya diri dan tidak canggung saat benar-benar memulai karier mereka setelah lulus nanti.

“Kami percaya bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu memberikan kemandirian bagi setiap individu. Kerja sama ini adalah kunci untuk membuka pintu peluang tersebut bagi masa depan bangsa,” ujar salah satu perwakilan manajemen institusi tersebut.


Menghadapi Tantangan Ekonomi Digital 2026

Memasuki tahun 2026, tantangan ekonomi digital semakin nyata dengan adanya integrasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. SMK IPIEMS Surabaya terus berinovasi dengan memasukkan elemen teknologi terbaru ke dalam kurikulum kejuruan melalui bantuan teknis dari para pakar. Hal ini dilakukan agar para lulusan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci dalam ekosistem digital yang berkembang pesat.

Komitmen Terhadap Kualitas Pendidikan

Lembaga ini tidak pernah berhenti melakukan evaluasi mandiri secara mendalam. Setiap masukan yang diterima dari pihak industri dijadikan bahan refleksi untuk terus meningkatkan standar layanan pendidikan kejuruan. Inilah alasan mengapa institusi tersebut tetap konsisten menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan jaminan kualitas masa depan bagi putra-putrinya.

Berita Terkini